WhatsApp Rilis Fitur Baru Buat Perketat Privasi Akun, Begini Caranya

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Aplikasi pesan instan

WhatsApp

merilis fitur baru bernama Pengaturan Akun Ketat untuk meningkatkan

privasi

penggunanya.

“Hari ini kami mengumumkan fitur bergaya lockdown baru yang disebut Pengaturan Akun Ketat,” kata WhatsApp dalam keterangannya, Rabu (28/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WhatsApp menyebut semua penggunanya berhak melakukan percakapan daring secara privat. Sebagai upaya memperjuangkan hak privasi tersebut, WhatsApp memiliki serangkaian fitur privasi, salah satunya enkripsi end-to-end yang aktif secara default.

Hak privasi tersebut kini diupayakan lebih jauh dengan fitur Pengaturan Akun Ketat. WhatsApp mengatakan pihaknya menyadari bahwa beberapa pengguna, seperti jurnalis atau tokoh publik, mungkin membutuhkan perlindungan yang tinggi dari serangan siber yang kerap terjadi dan sangat canggih.

Jika mengaktifkan fitur ini, pengaturan akun tertentu akan dikunci ke pengaturan yang paling ketat, dan akan membatasi sejumlah cara kerja WhatsApp, seperti memblokir lampiran dan media dari orang yang tidak ada di daftar kontak.

Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap selama beberapa minggu ke depan.

Berikut cara mengaktifkan fitur Pengaturan Akun Ketat:

1. Buka aplikasi WhatsApp di ponsel

2. Buka bagian Pengaturan

3. Pilih bagian Privasi

4. Pilih Lanjutan

WhatsApp mengeklaim fitur terbarunya ini adalah salah satu cara untuk melindungi pengguna dari ancaman siber canggih.

“Pengaturan Akun Ketat adalah salah satu dari berbagai cara kami untuk melindungi Anda dari ancaman siber yang paling canggih,” kata WhatsApp.

Lebih lanjut, WhatsApp juga telah meluncurkan bahasa pemrograman yang disebut Rust di balik layar untuk membantu menjaga keamanan foto, video, dan pesan pengguna dari hal-hal seperti spyware. Dengan demikian, pengguna bisa berbagi dan melakukan obrolan dengan rasa aman di WhatsApp.

(lom/dmi)

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Rupiah Menguat ke Rp16.721 per Dolar AS saat IHSG Ambruk

Baca lagi: Janice Tjen Dikepung Petenis Top di Abu Dhabi Open 2026

Baca lagi: Benarkah OMC Bikin Cuaca Tidak Stabil? Ini Penjelasan BMKG

Kamu mungkin juga menyukai: