
Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia
—
Poster perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus kini bisa dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (
AI
) di sejumlah platform. Simak tips membuatnya berikut ini.
Sejumlah platform AI saat ini mampu menghasilkan gambar dari perintah teks atau prompt. Beberapa bahkan dapat menghasilkan desain lengkap dengan tulisan dan mengedit bagian gambar yang sudah dibuat.
Pengguna cukup memberikan instruksi atau prompt berisi tema, komposisi, warna, teks, hingga gaya visual yang diinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, membuat poster bertema kemerdekaan membutuhkan perhatian ekstra karena dapat melibatkan simbol negara seperti bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila.
Oleh karena itu, hasil buatan AI tetap perlu diperiksa sebelum digunakan atau dipublikasikan.
Berikut lima platform AI yang dapat digunakan untuk membuat poster 17 Agustus.
1. ChatGPT
ChatGPT dapat digunakan untuk membuat gambar berdasarkan instruksi bahasa alami.
Pengguna juga dapat meminta AI mengubah bagian tertentu dari gambar yang sudah dihasilkan, misalnya komposisi, tulisan, latar, atau objek tertentu.
2. Google Gemini
Gemini juga memiliki kemampuan membuat dan mengedit gambar berdasarkan prompt.
Pengguna dapat memberikan instruksi mengenai gaya visual, ukuran gambar, objek, hingga detail poster yang diinginkan.
3. Canva AI
Canva menyediakan fitur berbasis AI untuk membuat gambar maupun desain.
Salah satu kelebihannya adalah hasil desain dapat dilanjutkan ke proses penyuntingan sehingga pengguna dapat mengganti tulisan, gambar, warna, maupun elemen lain secara manual.
4. Adobe Firefly
Adobe Firefly dapat menghasilkan visual dari instruksi teks serta melakukan penyuntingan pada bagian tertentu dari gambar.
Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membuat ilustrasi utama atau latar poster sebelum menambahkan tulisan dan elemen resmi secara terpisah.
5. Bing Image Creator
Bing Image Creator juga dapat digunakan untuk menghasilkan gambar berdasarkan prompt.
Pengguna dapat memasukkan tema Hari Kemerdekaan, gaya visual, komposisi, serta elemen yang ingin ditampilkan dalam poster.
Contoh prompt
Satu prompt yang sama pada dasarnya dapat digunakan pada berbagai platform AI tersebut.
Berikut salah satu contohnya:
”
Buat poster Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, 17 Agustus 2026, dalam format vertikal 4:5. Gunakan gaya editorial modern, bersih, dan dominasi warna merah-putih. Tampilkan masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dalam suasana optimistis, dengan elemen perkotaan dan lingkungan masyarakat Indonesia. Semua bendera Indonesia harus akurat, hanya terdiri dari dua bidang horizontal dengan warna merah di bagian atas dan putih di bagian bawah, tanpa simbol, tulisan, atau warna tambahan. Tulis ‘Dirgahayu Republik Indonesia’ dan ’17 Agustus 1945-17 Agustus 2026′ dengan ejaan tepat. Jangan membuat atau memodifikasi Garuda Pancasila maupun logo resmi HUT RI. Sisakan ruang kosong untuk menempatkan lambang dan logo resmi secara manual. Hindari tulisan acak, bendera dengan warna terbalik, anatomi manusia tidak wajar, serta elemen visual yang tidak berkaitan dengan Indonesia
.”
Hasil dari prompt yang sama dapat berbeda pada setiap platform karena masing-masing menggunakan model dan sistem pengolahan gambar yang berbeda.
Jika hasil pertama belum sesuai, pengguna dapat memperbaiki prompt dengan menambahkan instruksi lebih spesifik mengenai tata letak, jumlah orang, latar, gaya ilustrasi, maupun posisi teks.
Bagaimana jika ingin memasukkan Garuda?
Cara paling aman adalah tidak meminta AI menggambar ulang Garuda Pancasila.
AI dapat digunakan untuk membuat ilustrasi, latar, dan komposisi poster, sementara lambang Garuda Pancasila dimasukkan secara terpisah menggunakan aset resmi.
Jika tetap ingin mencoba membuatnya dengan AI, pengguna perlu memberikan instruksi yang sangat spesifik.
Garuda Pancasila memiliki 17 bulu pada masing-masing sayap, delapan bulu pada ekor, 19 bulu pada pangkal ekor, dan 45 bulu pada leher.
Perisainya juga memiliki lima simbol Pancasila, yakni bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas.
Instruksi tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam prompt antara lain:
”
Jika menampilkan Garuda Pancasila, pastikan seluruh bentuk mengikuti lambang resmi secara tepat: 17 bulu pada setiap sayap, delapan bulu pada ekor, 19 bulu pada pangkal ekor, dan 45 bulu pada leher. Perisai harus memuat tepat lima simbol Pancasila, yakni bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas. Pita harus bertuliskan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dengan ejaan tepat. Jika seluruh detail tersebut tidak dapat dihasilkan secara akurat, jangan gambar Garuda dan sisakan ruang kosong untuk memasukkan aset resmi secara manual
.”
Cek ulang sebelum dipakai
Pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan setelah poster selesai dibuat.
Perhatikan susunan warna bendera agar merah berada di atas dan putih di bawah.
Cek pula seluruh tulisan agar tidak terdapat salah eja, terutama “Dirgahayu Republik Indonesia”, “17 Agustus”, dan “Bhinneka Tunggal Ika”.
Jika poster menampilkan simbol negara, bandingkan hasilnya dengan aset resmi.
Untuk elemen yang membutuhkan tingkat ketepatan tinggi seperti Garuda Pancasila dan logo resmi HUT RI, penggunaan file resmi yang dimasukkan secara manual tetap menjadi pilihan paling aman.
Dengan cara tersebut, AI dapat difokuskan untuk membantu membuat ilustrasi, komposisi, dan konsep visual, sementara elemen resmi tetap menggunakan sumber yang akurat.
Cara Memasukkan Lambang Negara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Jas Double-breasted Disebut Jadi Cara Prabowo Tegaskan Posisi RI
Baca lagi: BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Dimulai pada Oktober