Strawberry Moon Hiasi Langit Akhir Juni, Ini Cara Menyaksikannya

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Fenomena

Strawberry

Moon

akan menghiasi langit pada akhir Juni. Fenomena ini bersamaan dengan Bulan mendekati perigee, atau jarak terjauh Bulan dengan

Bumi

.

Bulan purnama Juni 2026 atau yang dikenal dengan nama

Strawberry Moon

, mencapai puncaknya pada 29 Juni pukul 23.57 UTC atau sekitar 06.57 WIB pada 30 Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini adalah purnama pertama setelah solstis Juni, yang berarti Bulan akan tampak sangat rendah di cakrawala bagi pengamat di Belahan Bumi Utara dan tampak lebih tinggi dari biasanya di Belahan Bumi Selatan.

Nama Strawberry Moon bukan berarti Bulan akan tampak seperti stroberi. Nama ini berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika yang mengaitkan purnama ini dengan musim panen stroberi liar yang matang di awal musim panas. Nama lain untuk purnama ini antara lain Rose Moon, Hot Moon, dan Mead Moon.

Strawberry Moon tahun ini juga merupakan micromoon, yang terjadi ketika Bulan sedang mendekati titik terjauhnya dari Bumi dalam orbitnya atau perigee.

Alhasil, Bulan akan tampak sedikit lebih kecil dan lebih redup dari rata-rata purnama biasa.

Dikutip dari

Time and Date

, berikut daftar nama purnama setiap bulan berdasarkan tradisi suku asli Amerika:

– Januari: Wolf Moon

– Februari: Snow Moon

– Maret: Worm Moon

– April: Pink Moon

– Flower Moon

– Juni: Strawberry Moon

– Juli: Buck Moon

– Agustus: Sturgeon Moon

– September: Full Corn Moon

– Oktober: Hunter’s Moon

– November: Beaver Moon

– Desember: Cold Moon

Selain fenomena Strawberry Moon, sejumlah fenomena lain juga akan menghiasi langit seperti konjungsi Venus dan Jupiter pada 9 Juni. Kedua planet akan tampak sangat berdekatan satu sama lain di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam.

Dari 11 hingga 15 Juni, Merkurius bergabung dengan Venus dan Jupiter membentuk barisan tiga planet di langit barat setelah Matahari terbenam.

Pada pertengahan Juni, fenomena Supermoon akan terjadi. Namun, fenomena ini terjadi saat Bulan baru sehingga Bulan akan berada di sisi yang sama dengan Matahari dan tidak akan terlihat di langit malam.

Fenomena Bulan baru adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek-objek redup seperti galaksi dan gugus bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.

(lom/lom)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Geledah Kantor BGN, Kejagung Terjunkan Penyidik Pidana Khusus

Baca lagi: 7 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Blok M, Sudah Pernah Coba?

Baca lagi: Drone Bunuh Diri Hizbullah FPV Bikin Tentara Israel Ketakutan

Kamu mungkin juga menyukai: