
Daftar Isi
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
Persenjataan dan sensor
Sejarah singkat
Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia
—
Indonesia segera memiliki kapal induk pertama,
Giuseppe Garibaldi
, yang dihibahkan oleh Italia. Kapal ini rencananya akan disandarkan di Lampung.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, demi menyambut kapal induk ini, pembangunan infrrastruktur di Pangkalan
TNI AL
(Lanal) Lampung terus dilakukan.
“Terkait fasilitas labuh dan fasilitas sandar Garibaldi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi. Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia, seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung,” kata Tunggul, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal ini dikabarkan akan tiba di Indonesia pada Oktober 2026, dan akan digunakan untuk memperkuat pertahanan militer atau TNI Angkatan Laut Tanah Air.
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
Mengutip berbagai sumber, MCS (Main Continet Ship) Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk asal Italia. Kapal ini punya sejarah penting bagi negara tersebut.
Giuseppe Garibaldi menjadi kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kabarnya, kapal ini sedang melakukan upgrade besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke angkatan laut Indonesia.
Kapal ini dirancang dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL). Meski fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.
Kapal ini mampu menampung krus yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.
Kapal ini memilih sistem penggerak konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Mesin ini terdiri dari:
4 Turbin GAS General Electric/Avio LM2500: Menghasilkan daya total hingga 82.000 shp untuk memutar dua poros baling-baling, mampu membawa kapal melaju hingga kecepatan 30 knot dengan jangkauan operasional sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
6 Generator Mesin Diesel Grand Motori Trieste B230/12: Digunakan untuk memasok kebutuhan listrik cadangan dan operasional seluruh sistem radar, navigasi, serta instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.
Persenjataan dan sensor
Sebagai kapal induk yang juga mewarisi karakteristik kapal penjelajah, Garibadli memiliki sistem pertahanan diri yang terbilang sangat kuat jika dibandingkan dengan kapal induk standar milik Angkatan Laut AS yang biasanya sangat bergantung pada kapal pengawal.
Sistem persenjataan dan sensor kapal ini di antaranya:
Pertahanan udara: Dilengkapi dengan 2 peluncur rudal delapan sel Selenia “Albatros” yang menampung total 48 rudal Aspide untuk menangkal ancaman udara jarak menengah.
Anti-kapal permukaan: Awalnya dipasang 8 peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 di bagian buritan, tapi dilepas pada tahun 2003 untuk memperluas geladak penerbangan.
Sistem pertahanan titik (CIWS): Memiliki 3 meriam ganda Breda 40mm/70 yang terintegrasi dengan sistem pertahanan Dardo untuk merontokkan rudal yang lolos dari pertahanan utama, dengan jangkauan tembak hingga 4 km terhadap sasaran udara.
Sistem anti-kapal selam: Dipasang 2 tabung peluncur torpedo tiga laras jenis ILAS-3 (kaliber 324mm) yang menggunakan torpedo ringan Mk 46 atau A-244.
Sejarah singkat
Nama kapal yang pertama kali diluncurkan pada 1983 ini diambil dari seorang patriot atau tokoh militer Italia pada abad ke-19 yakni Giuseppe Maria Garibaldi.
Sepanjang masa tugasnya, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi telah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.
Pembangunan kapal dilakukan di fasilitas galangan kapal Monfalcone. Pemotongan lempeng baja pertama dimulai pada 28 April 1980, diikuti oleh perakitan blok pertama pada 9 September tahun yang sama.
Seluruh blok kapal selesai dirakit pada 31 Januari 1983, dan struktur bangunan atas rampung pada 19 April. Kapal ini akhirnya resmi diluncurkan pada 4 Juni 1983 dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Perdana Menteri Amintore Fanfani dan Menteri Pertahanan Lelio Lagorio.
Uji coba laut perdana dimulai pada 3 December 1984, dan kapal resmi diserahterimakan pada 30 September 1985. Garibaldi menjadi kapal perang terbesar milik Italia kala itu, meskipun dimensinya masih lebih kecil jika dibandingkan dengan rancangan era Regia Marina lawas atau kapal induk Aquila yang tak sempat selesai.
Kapal ini bahkan sempat menyandang predikat sebagai kapal induk terkecil di dunia sebelum takhta tersebut digeser oleh kapal induk Thailand, Chakri Naruebet, pada era 1990-an.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Hit Club APK3]
Baca lagi: Istri dan Anak Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Diungsikan Keluarga
Baca lagi: Justin Bieber-BTS Tampil di Debut Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Baca lagi: Maliq & D’Essentials Terharu Nonton Musikal Senja Teduh Pelita