Hit Club APK3

Sejarah Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia dari Italia

Daftar Isi

Awal mula perancangan

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Persenjataan dan sensor

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

DPR

menyetujui hibah

Giuseppe Garibaldi

, kapal induk hasil hibah dari Italia. Kapal ini bakal menjadi kapal induk pertama punya Indonesia.

Persetujuan ini diambil dalam rapat paripurna, Selasa (21/7). Sebelumnya, pemberian hibah itu sudah disetujui dalam rapat antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan pada Senin (20/7).

Sementara itu, TNI Angkatan Laut sebelumnya menyatakan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung disiapkan sebagai tempat berlabuh dan bersandar kapal induk itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana sejarah kapal induk Giuseppe Garibaldi?

Awal mula perancangan

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh perta yang dibangun untuk Italia.

Kapal dirancang dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL). Meski fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, tapi Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara termpur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Program pembuatan kapal ini berawal pada tahun 1970. Pembangunannya kemudian direncanakan dalam Undang-undang Angkatan Laut tahun 1975.

Rancangan awal kapal ini awalnya hanya menyertakan geladak datar khas kapal induk helikopter. Perusahaan galangan kapal Italcantieri memenangkan kontes desain ini mengalahkan proposal dari Breda.

Usai setahun mematangkan konsep, staf Angkatan Laut Italia resmi memesan kapal tersebut pada 21 November 1977 dengan kontrak pengerjaan dimulai pada 20 Februari 1978. Setahun berselang, diputuskan bahwa kapal ini akan menggunakan geladak penuh alih-alih berdesain hybrid cruiser.

Pembangunan kapal dilakukan di fasilitas galangan kapal Monfalcone. Pemotongan lempeng baja pertama dimulai pada 28 April 1980, diikuti oleh perakitan blok pertama pada 9 September tahun yang sama.

Seluruh blok kapal selesai dirakit pada 31 Januari 1983, dan struktur bangunan atas rampung pada 19 April. Kapal ini akhirnya resmi diluncurkan pada 4 Juni 1983 dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Perdana Menteri Amintore Fanfani dan Menteri Pertahanan Lelio Lagorio.

Uji coba laut perdana dimulai pada 3 December 1984, dan kapal resmi diserahterimakan pada 30 September 1985. Garibaldi menjadi kapal perang terbesar milik Italia kala itu, meskipun dimensinya masih lebih kecil jika dibandingkan dengan rancangan era Regia Marina lawas atau kapal induk Aquila yang tak sempat selesai.

Kapal ini bahkan sempat menyandang predikat sebagai kapal induk terkecil di dunia sebelum takhta tersebut digeser oleh kapal induk Thailand, Chakri Naruebet, pada era 1990-an.

Nama kapal ini diambil dari seorang patriot atau tokoh militer Italia pada abad ke-19 yakni Giuseppe Maria Garibaldi.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung krus yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.

Kapal ini memilih sistem penggerak konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Mesin ini terdiri dari:

4 Turbin GAS General Electric/Avio LM2500: Menghasilkan daya total hingga 82.000 shp untuk memutar dua poros baling-baling, mampu membawa kapal melaju hingga kecepatan 30 knot dengan jangkauan operasional sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.

6 Generator Mesin Diesel Grand Motori Trieste B230/12: Digunakan untuk memasok kebutuhan listrik cadangan dan operasional seluruh sistem radar, navigasi, serta instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.

Persenjataan dan sensor

Sebagai kapal induk yang juga mewarisi karakteristik kapal penjelajah, Garibadli memiliki sistem pertahanan diri yang terbilang sangat kuat jika dibandingkan dengan kapal induk standar milik Angkata Laut AS yang biasanya sangat bergantung pada kapal pengawal.

Sistem persenjataan dan sensor kapal ini di antaranya:

Pertahanan udara: Dilengkapi dengan 2 peluncur rudal delapan sel Selenia “Albatros” yang menampung total 48 rudal Aspide untuk menangkal ancaman udara jarak menengah.

Anti-kapal permukaan: Awalnya dipasang 8 peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 di bagian buritan, tapi dilepas pada tahun 2003 untuk memperluas geladak penerbangan.

Sistem pertahanan titik (CIWS): Memiliki 3 meriam ganda Breda 40mm/70 yang terintegrasi dengan sistem pertahanan Dardo untuk merontokkan rudal yang lolos dari pertahanan utama, dengan jangkauan tembak hingga 4 km terhadap sasaran udara.

Sistem anti-kapal selam: Dipasang 2 tabung peluncur torpedo tiga laras jenis ILAS-3 (kaliber 324mm) yang menggunakan torpedo ringan Mk 46 atau A-244.

(dmi)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Mediasi Hak Asuh Anak Ruben vs Sarwendah Lanjut 6 Agustus

Baca lagi: Peserta Padati Sesi Penutup Mat Pilates Wellnest Festival Vol. 2

Baca lagi: FOTO: Parade Cosplay di Event Bilibili World 2026

Exit mobile version