Hit Club APK3

Peneliti BRIN Temukan Spesies Keong Baru Endemik Sumatra Selatan

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (

BRIN

) mengungkap keberadaan spesies baru keong darat yang berasal dari Sumatera Selatan.

Spesies endemik

tersebut diberi nama ilmiah

Chamalycaeus dayangmerindu

.

Peneliti BRIN Ayu Savitri Nurinsiyah menjelaskan bahwa hingga kini spesies

Chamalycaeus dayangmerindu

baru ditemukan di kawasan karst Padang Bindu, Sumatera Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kondisi tersebut menjadikannya rentan terhadap perubahan lingkungan, termasuk alih fungsi lahan dan degradasi habitat,” ujar Ayu, mengutip

Antara

, Selasa (10/3).

Menurutnya, pencatatan serta publikasi spesies baru menjadi tahap awal yang sangat penting untuk mendukung upaya konservasi. Ia menuturkan bahwa proses penemuan hingga pengakuan sebuah spesies baru memerlukan tahapan ilmiah yang panjang.

Sebuah spesies baru, kata Ayu, harus melalui berbagai proses penelitian, mulai dari analisis morfologi, anatomi, maupun genetika. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan spesies yang sudah diketahui sebelumnya, sebelum akhirnya ditelaah oleh para pakar melalui proses peer review dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

“Perjalanan panjang pengungkapan keanekaragaman hayati sudah menjadi jejak langkah setiap taksonom. Mulai dari ekspedisi dan eksplorasi di lapangan, telaah literatur dan laboratorium, hingga proses penulisan dan pengakuan secara internasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meskipun proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu lama, setiap tahap penelitian tetap memiliki nilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi internasional ZooKeys edisi 1272: 1-31 (2026) dengan judul Operculate land snails (

Gastropoda

,

Caenogastropoda

,

Cyclophoroidea

) from Padang Bindu Karst, South Sumatera, Indonesia with the description of a new species,

Chamalycaeus dayangmerindu

.

Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BRIN dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serta Széchenyi István University dari Hungaria.

Melalui penemuan ini, tim peneliti berharap penelitian dan eksplorasi biodiversitas di Indonesia, khususnya pada kelompok moluska darat dapat terus dikembangkan guna memperkuat upaya pendataan sekaligus pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

(wpj/dmi)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Prediksi Musim Kemarau di Indonesia, Kapan Mulainya?

Baca lagi: Indosat HiFi Diduga Gangguan, Pengguna Ngeluh Tak Bisa Akses Internet

Baca lagi: Kesaksian Warga Ciracas Jaktim yang Kebanjiran Saat Lebaran

Exit mobile version