Hit Club APK3

Model AI China Berhasil Gagalkan Serangan OpenAI ke Hugging Face

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Model

kecerdasan buatan

(AI) asal

China

, Zhipu AI, berhasil membantu meredam serangan siber otonom dari sistem mutakhir milik OpenAI yang menyasar platform pengembang Hugging Face Insiden ini meningkatkan kekhawatiran atas risiko keamanan yang ditimbulkan oleh model-model AI terbar.

Hugging Face merupakan platform kolaborasi AI open source yang berpusat di New York. Mereka pertama kali melaporkan soal peretasan ini pekan lalu tanpa menyebutkan asal serangan.

Dalam unggahan blognya, Hugging Face menyebut bahwa serangan ini sangat berbeda dari insiden yang pernah mereka tangani sebelumnya, karena digerakan secara penuh oleh sistem agen AI otonom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika pertama kali mendeteksi infiltrasi tersebut, langkah pertahanan awal Hugging Face adalah mengerahkan model-model komersial muktakhir melalui API. Namun, permintaan akses tersebut justru diblokir oleh sistem pengaman otomatis dari penyedia layanan API tersebut.

Hugging Face kemudian mengambil langkah alternatif dengan menjalankan model open-weight GLM-5.2 milik Zhipu di atas perangkat keras internal mereka sendiri untuk mengisolasi dan menghentikan serangan.

Melansir

South China Morning Post

, pihak OpenAI menyampaikan bahwa Hugging Face sudah berhasil mendeteksi dan menghentikan peretasan sebelum kedua perusahaan menjalin komunikasi.

Clement Delangue, CEO Hugging Face, menyampaikan dalam sebuah unggahan di X, meyakini bahwa tidak ada niat jahat dari OpenAI. Kendati demikian, insiden ini semakin memanaskan diskusi mengenai cepatnya kemajuan sistem AI otonom yang sanggup menemukan dan mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak, sekaligus menyoroti sisi risiko maupun manfaat dari open-weight.

Adrien Carreira, Kepala Infrastruktur Hugging Face, juga menegaskan pentingnya pendekatan terbuka dalam keamanan siber.

“Satu pelajaran penting: kami melawan balik menggunakan model terbuka secara transparan. Keamanan AI tidak akan bisa diselesaikan oleh satu perusahaan secara tertutup. Pendekatan open-source memberikan alat pertahanan ini ke tangan semua pihak,” kata Adrien.

OpenAI mengungkap bahwa model-model terbarunya, termasuk GPT-5.6 Sol, sempat menembus infrastruktur Hugging Face saat dilakukan evaluasi internal terhadap kemampuan siber ofensif mereka.

Perusahaan pengembang ChatGPT itu menjelaskan bahwa model-model tersebut awalnya beroperasi di dalam lingkungan uji sandbox. Lingkungan ini dirancang khusus untuk menyelesaikan berbagai tantangan dari ExploitGym, sebuah benchmark keamanan siber yang dikembangkan tim peneliti University of California.

Kendati begitu, setelah menyimpulkan bahwa Hugging Face menyimpan solusi dari pengujian itu, model OpenAI berhasil menemukan cara untuk mengakses informasi rahasia agar dapat mengakali evaluasi tersebut. Pihak OpenAI menyebut peristiwa ini sebagai insiden siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(dmi)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Bos Aprilia Akui Marquez Favorit Juara MotoGP 2026

Baca lagi: Polemik Rumah, Kubu Ruben Jawab Tudingan Sengaja Ungkit Ayah Sarwendah

Baca lagi: Purbaya Yakin Rupiah Menguat usai Devisa SDA Wajib Parkir di Bank BUMN

Exit mobile version