Menkomdigi Ajak Ortu Kurangi Gadget Anak Saat Lebaran, Begini Caranya

Daftar Isi

Tips kurangi screen time anak

1. Regulasi screen time orang tua

2. Hindari screen time jelang tidur

3. Makan tanpa screen time

4. Perhatikan aktivitas anak saat screen time

5. Berikan pujian

6. Metode time out

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Hari Raya

Idul Fitri

merupakan momen untuk silaturahmi dan menghabiskan waktu bersama berkeluarga. Oleh karena itu, kita perlu mengatur

screen time

agar momen tahunan ini terasa bermakna.

Menteri Komunikasi dan Digital (

Menkomdigi

) Meutya Hafid mengajak keluarga memanfaatkan momentum mudik dan libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung orang tua dan anak, di antaranya dengan mengurangi penggunaan gawai, terutama bagi anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, masa libur Lebaran bisa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk membangun komunikasi yang lebih intensif di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital.

“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujarnya dalam sebuah keterangan, Rabu (11/3).

Ia juga menyinggung soal implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang akan berlaku efektif pada 28 Maret.

Dalam hal ini, orang tua diminta mulai membimbing anak-anak untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial.

“Untuk anak-anak di bawah 16 tahun, kita juga sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret nanti. Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” kata Meutya.

Perubahan pola pada penggunaan teknologi digital dinilai membutuhkan kesiapan keluarga, sehingga peran orang tua menjadi penting dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dengan anak.

“Mungkin selama libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk berbicara dari hati ke hati antara orang tua dan anak untuk mulai melakukan persiapan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Meutya berharap momen mudik dan libur Lebaran dapat dimanfaatkan keluarga untuk memperbanyak aktivitas bersama, sehingga anak-anak dapat lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan keluarga tanpa ketergantungan pada perangkat digital.

Tips kurangi

screen time

anak

Ahmad Suryawan, dokter anak konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial memberikan beberapa cara mengurangi screen time pada anak.

1. Regulasi screen time orang tua

Children see, children do

. Ahmad Suryawan atau akrab disapa Prof Wawan ini menyarankan agar orang tua meregulasi

screen time

mereka.

“Anggap begini, ini anak saya, kalau saya ingin mengurangi screen time dia, saya juga mengurangi

screen time

saya. Di depan anak, jangan

screen time

dan lakukan dengan konsisten,” kata Wawan beberapa waktu lalu.

2. Hindari

screen time

jelang tidur

Secara bertahap, kurangi

screen time

anak jelang tidur.

Screen time

berlebihan berpengaruh terhadap kualitas tidur anak apalagi jika

screen time

dilakukan satu jam sebelum tidur.

Selain faktor konten, tidur anak bisa terganggu karena paparan blue light dari layar gawai.

Sebaiknya orang tua menerapkan aturan

screen time

di luar kamar agar kamar benar-benar sebagai tempat istirahat.

3. Makan tanpa

screen time

Selain aturan

screen time

di luar kamar, orang tua perlu menerapkan makan tanpa

screen time

. Ajarkan anak untuk fokus pada makanan bukan pada layar.

Mulai dengan ajak anak menyiapkan menu makannya atau biarkan anak memilih menu yang disukai. Kemudian anak sebaiknya makan bersama orang tua atau anggota keluarga lain.

Saat bersama anak, orang tua wajib menyimpan gawai untuk sementara. Akses gawai saat tidak bersama anak.

4. Perhatikan aktivitas anak saat

screen time

Wawan menyarankan agar orang tua tidak buru-buru melarang anak

screen time

. Coba perhatikan apa yang dilakukan anak dengan gawai di tangannya.

“Anak ngapain? Main game? Buka media sosial? Supaya kita tidak asal melarang, jadi tahu oh anak suka ini. Selain membatasi waktu mengakses, kenalkan anak dengan media bermain yang lain,” katanya.

Orang tua sebaiknya menyiapkan kegiatan dulu misalnya, bersama ayahnya bermain basket, memilih bahan masakan bersama ibu, atau bermain bola. Menurut Wawan, jika belum ada kegiatan lain tapi sudah ada regulasi, orang tua akan dilihat sebagai perusak atau pengacau oleh anak.

5. Berikan pujian

Jangan lupa berikan pujian pada anak saat ia sudah mengikuti aturan. Berikan pujian verbal misalnya ‘Wah hebat ya enggak buka HP, makannya habis lagi’, ‘Sudah satu jam nih, sudah cukup ya, terima kasih sudah ikut aturan’.

“Tetapi ini dengan catatan, Anda sudah meregulasi

screen time

Anda sendiri. Taruh HP Anda. Kalau Anda beritahu anak ini itu dan sedang pegang HP, anak sulit terima,” ujar Wawan.

6. Metode time out

Metode time out bisa diterapkan dengan memberikan porsi

screen time

anak dalam sehari. Wawan memberikan contoh, anak diberi

screen time

selama satu jam.

Kemudian saat sudah satu jam, sebaiknya orang tua tidak langsung menarik HP atau gawai. Saat jelang satu jam misal, 15 menit jelang satu jam, ingatkan anak bahwa waktunya tinggal 15 menit lagi.

(lom/dmi)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Mantan Kades di Sulteng Ditahan Korupsi Dana CSR Tambang Rp 9,6 M

Baca lagi: Sampai Kapan Lapor SPT 2026?

Baca lagi: Putri Diana Sebenarnya Persiapkan Pangeran Harry Jadi Raja Inggris

Kamu mungkin juga menyukai: