
Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia
—
Bogor
yang selama ini dikenal sebagai Kota Hujan dengan udara relatif sejuk, kini cuacanya berangsur terasa lebih
panas
. Lantas, kenapa suhu udara Bogor kini tidak sedingin dulu?
Dalam beberapa tahun terakhir, suhu udara pada siang hari terasa lebih terik, bahkan mencapai kisaran 32-34 derajat Celsius. Sementara, hujan turun lebih jarang dibandingkan biasanya.
Givo Alsepan, pakar sekaligus dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara di Bogor merupakan hasil kombinasi berbagai faktor, mulai dari fenomena iklim global, pemanasan global, hingga perubahan tutupan lahan akibat pesatnya urbanisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Secara klimatologis, suhu udara rata-rata di wilayah Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, dalam periode tertentu kondisi tersebut dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim global, terutama El Nino-Southern Oscillation (ENSO),” jelas Givo, melansir laman resmi IPB pada Selasa (1/7).
Imbas El Nino
ENSO merupakan fenomena interaksi laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis yang terdiri dari dua fase, yakni El Nino dan La Nina. Ketika El Nino terjadi, suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat sehingga pusat pembentukan awan bergeser ke arah timur Pasifik.
Menurutnya, fenomena El Nino membuat pasokan uap air ke Indonesia berkurang dan curah hujan cenderung menurun.
“Saat ini El Nino sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis dan diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Pergeseran awan dari wilayah Indonesia menuju pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga radiasi Matahari lebih banyak mencapai permukaan Bumi,” kata Givo.
“Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab masyarakat Bogor merasakan cuaca lebih panas dibanding biasanya,” tuturnya menambahkan.
Ia menambahkan bahwa El Nino hanya menjadi pemicu dalam jangka pendek. Di balik itu, terdapat persoalan yang lebih besar, yakni perubahan iklim global yang menyebabkan tren suhu terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut dia, data klimatologi juga menunjukkan suhu rata-rata tahunan di wilayah Bogor mengalmai tren peningkatan secara konsisten sejak sekitar tahun 1990 hingga saat ini. Pola tersebut sejalan dengan kenaikan suhu rata-rata Bumi akibat pemanasan global.
“Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut,” jelas dia.
Fenomena urban heat island
Perubahan bentang alam di Bogor juga memperparah kondisi tersebut. Berkurangnya ruang terbuka hijau dan semakin luasnya wawasan terbangun membuat suhu permukaan meningkat sehingga memicu fenomena urban heat island.
Mengutip penelitian Nurwanda dan Honjo (2018), Givo menjelaskan bahwa ekspansi kawasan perkotaan di Bogor berlangsung sangat cepat, terutama pada periode 1997-2007. Perbedaan suhu antara kawasan urban dan suburban bahkan meningkat dari sekitar 1,36 derajat Celsius pada 1990 menjadi hampir 2,26 derajat Celsius pada 2017.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan kota yang tidak diimbangi perlindungan ruang hijau akan memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Oleh karena itu, menjaga tutupan vegetasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Hit Club APK3]
Baca lagi: Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Bupati Langkat Sebelum OTT KPK
Baca lagi: Trump Puji Harry Kane usai Inggris Kalahkan Meksiko di Piala Dunia
Baca lagi: Kenapa Bogor Tak Sedingin Dulu? Ini Penjelasan Pakar IPB