Bintang Tercepat di Bima Sakti Terdeteksi, Kecepatan 25 Ribu Km/Detik

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Sebuah

bintang

tercepat yang mengelilingi lubang hitam supermasif di jantung Galaksi

Bima Sakti

terdeteksi oleh para astronom. Bintang ini disebut S301.

Bintang S301 bergerak dengan kecepatan sekitar 25.000 km per detik, atau 100.000 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pesawat komersial.Jarak bintang S301 sangat dekat dengan lubang hitam di pusat Bima Sakti, Sagittarius A*, dengan titik sejarak Saturnus ke Matahari.

Felix Mang, mahasiswa PhD di Institut Max Planck untuk Fisika Ekstraterestrial (MPE) Jerman, menjelaskan bahwa orbit bintang S310 ini sangat rapat mengelilingi Sagittarius A*. Hal ini menjadi keistimewaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bintang ini hanya membutuhkan waktu 8,7 tahun untuk menyelesaikan satu putaran orbit, dan mendekati lubang hitam hingga jarak hanya 12 kali jarak Bumi ke Matahari. Hal seperti ini belum pernah ditemukan sebelumnya,” ungkap Mang, dikutip dari

The Guardian

, Rabu (19/8).

Lubang hitam diprediksi berputar pada porosnya, seperti kebanyakan objek di luar angkasa.

Menurut teori relativitas umum Einstein, lubang hitam yang berputar akan menyeret ruang-waktu di sekitarnya, sehingga melengkungkan jalur orbit bintang-bintang terdekat.

Efek ini hanya bisa teramati jelas pada objek yang mengorbit dekat dengan lubang hitam yang berputar cepat. Bintang S301 memiliki kombinasi orbit yang unik, yakni sangat sempit dan sangat lonjong (eksentrik).

Sebelumnya, para ilmuwan mengira butuh waktu berpuluh-puluh tahun dan data dari banyak bintang untuk mengukur putaran Sagittarius A*. Namun, orbit S301 sudah dideteksi sejak 2017.

Dengan mengamati pergerakan bintang S301 hingga titik terdekat berikutnya pada tahun 2031, para peneliti optimistis bisa mengumpulkan cukup data.

“Dengan bintang ini, kami berharap dapat mengukur putaran lubang hitam dalam 10 tahun ke depan,” tambah Mang.

Para peneliti melakukan pengamatan menggunakan Very Large Telescope Interferometer (VLTI) milik European Southern Observatory (ESO) di Paranal, Cili. Dengan cara menggabungkan cahaya dari empat teleskop raksasa berdiameter 8 meter.

Meski melintas sangat dekat, bintang ini diperkirakan tidak akan masuk ke dalam event horizon (batas titik tak kembali) dari lubang hitam tersebut.

Menurut Mang, orang-orang sering diibaratkan seperti penyedot debu kosmik yang dapat menelan apa saja. Padahal, lubang hitam pada dasarnya merupakan hanyalah objek bermassa sangat besar.

“Bintang yang mengorbitnya mirip seperti planet mengelilingi Matahari dan akan tetap berada di jalur orbitnya,” imbuh Mang.

Ziri Younsi, astrofisikawan dari University College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, turut berkomentar. Menurutnya, penemuan bintang S301 ini dapat menjadi terobosan besar dalam memahami sejarah dan evolusi Galaksi Bima Sakti.

“Ini adalah penemuan yang sangat penting dan luar biasa. Pada titik tercepatnya, bintang ini bergerak hingga 8 persen dari kecepatan cahaya,” turut Younsi.

(nad/dmi)

Baca lagi: Putin dan Trump Berpotensi Bertemu di China November 2026

Baca lagi: Budi Arie: Ada yang Sedang Adu Domba Prabowo dan Jokowi

Baca lagi: Paramount Akan Temui Jaksa Negara Bagian Penggugat Merger Warner Bros

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: