
Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia
—
Pelaku peretasan (
hacker
) berhasil membobol sistem
Kementerian Keuangan
Prancis dan mencuri ratusan ribu data. Setidaknya, 678 ribu orang terdampak aksi pembobolan ini.
Kementerian Keuangan Prancis membenarkan adanya peretasan terhadap sistem Direktorat Jenderal Keuangan Publik (DGFiP) mereka. Insiden ini baru terungkap setelah pelaku dengan nama samaran ZeroBytes mengeklaim serangan tersebut dan menjual database curiannya pada 12 Agustus di forum peretasan PwnForums.
“Investigasi mendalam sejak 12 Agustus 2026 menemukan bahwa titik akses ini telah digunakan untuk mengakses dan mengambil data 678 ribu orang dan profesional,” kata Kementerian, melansir Bleeping Computer, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data tersebut meliputi data pajak dan bisnis seperti pajak penghasilan, rasio pajak keluarga, tarif pemungutan pajak, nama perusahaan, dan nomor SIREN mereka. Namun, data akun pengguna individu dan profesional tetap aman, ID dan Password tidak ikut dibobol.
ZeroBytes juga mengaku telah menembus platform sistem portal pertanahan nasional, Serveur Professionnel de Données Cadastrales (SPDC). Sistem tersebut berisi basis data dan catatan kepemilikan properti seluruh negara.
“Data pertanahan seperti alamat dan ukuran properti juga diakses. Segera setelah pencurian data teridentifikasi, DGFiP melaporkannya kepada Otoritas Perlindungan Data Prancis (CNIL),” jelas mereka.
Meskipun sistem portal tersebut memuat data milik 20 juta warga Prancis, tapi karena kerumitan prosesnya, peretas berhenti menyedot data setelah mengambil 252 ribu data milik lebih dari 2 juta orang.
Segera setelah serangan terdeteksi, administrasi pajak Prancis menutup akses ke sistem informasi sensitif dan terus menyelidiki insiden ini bersama Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) untuk menilai dampak penuhnya.
Kementerian Keuangan Prancis menyatakan akan menghubungi seluruh pengguna yang terdampak melalui email atau surat resmi untuk memberi tahu detail data yang bocor dan langkah pencegahan yang perlu dilakukan.
Insiden ini merupakan lanjutan dari rentetan kasus peretasan lainnya di lembaga pemerintahan Prancis. ZeroBytes dalam postingannya menyindir kelambatan pemerintah dalam menanggapi pencurian ini.
Pada Januari, 43 juta informasi pribadi berhasil dibobol dari badan ketenagakerjaan nasional France Travail. Sebulan setelahnya, giliran 1,2 juta database akun bank nasional FICOBA diretas. Baru-baru ini, 19 juta data dari lembaga pengelola dokumen administratif France Titres juga berhasil diretas.
(fta/dmi)
Baca lagi: 9 Camilan di Malam Hari yang Bikin Tidurmu Nyenyak
Baca lagi: UEA Diklaim Sewa Tentara Bayaran WN Israel Incar Tokoh Muslim Inggris
Baca lagi: FOTO: Peti Mati Unik dalam Tradisi Pemakaman Khas Ghana


