
Daftar Isi
Pengolahan sampah
Inovasi sektor energi
Genteng ramah lingkungan
Pesawat amfibi
Pengembangan nuklir
Sepatu dari limbah sawit
Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia
—
Badan Riset dan Inovasi Nasional (
BRIN
) memamerkan sejumlah inovasi ke Presiden RI
Prabowo Subianto
saat kunjungan 150 peneliti BRIN ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8). Dalam momen tersebut, para peneliti memaparkan temuan-temuan mereka untuk memecahkan persoalan bangsa.
Kepala BRIN Arif Satria menjabarkan terdapat sejumlah inovasi peneliti BRIN yang turut mencuri perhatian Prabowo, mulai dari pengelolaan sampah, genteng ramah lingkungan, hingga pengembangan pesawat amfibi.
“Salah satu inovasi yang tadi disebut oleh Bapak Presiden dan kemudian beliau sangat tertarik adalah terkait dengan soal sampah. Karena BRIN sudah menyediakan berbagai level teknologi untuk menyelesaikan masalah sampah baik pada level rumah tangga,” kata Arif usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar inovasi BRIN yang dipamerkan ke Prabowo:
Pengolahan sampah
Salah satu inovasi yang dipamerkan oleh ilmuwan BRIN adalah teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Arif menyampaikan bahwa Prabowo menaruh perhatian penuh atas lingkungan yang sehat dan asri, sehingga bermanfaat bagi penduduknya.
Salah satu inovasi BRIN adalah Lasamor, sistem pengolahan sampah skala rumah tangga untuk mengolah sampah organik.
Kemudian, BRIN juga memperkenalkan inovasi LAHSADIMIN (Liquid Fuel from Plastic Waste with Advanced Pyrolysis System for Industrial Scale) generasi kedua. LAHSADIMIN merupakan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak skala industri.
“Kemudian di tingkat desa di mana ada teknologi pirolisis yang hasilnya bisa menghasilkan bahan bakar untuk kebutuhan para nelayan sekaligus untuk para petani. Teknologi ini sudah diterapkan di 80 titik,” ujar Arif.
“Kemudian juga ada teknologi PSEL yang skala besar 100 ton per day, ada juga yang 50 ton per day, dan ada banyak variasi teknologi sampah ini,” lanjut dia.
Inovasi sektor energi
Kemudian, Arif menyampaikan Prabowo juga mencermati sejumlah inovasi-inovasi BRIN dalam sektor energi, di mana ia menekankan bahwa
kemandirian energi merupakan hal yang penting.
“Karena kita tidak boleh tergantung dengan asing. Jadi menghadapi dinamika geopolitik global, maka resiliensi sebuah bangsa sangat penting, dan resiliensi itu hanya bisa kita lakukan melalui terobosan teknologi untuk meningkatkan kemandirian energi,” kata Arif.
“Salah satu yang tadi beliau sangat tertarik adalah bagaimana memanfaatkan CNG. Jadi CNG sebagai gas alam Indonesia ini sangat melimpah, namun pada saat yang sama kita tergantung pada LPG,” ujarnya menambahkan.
Genteng ramah lingkungan
Lalu, Arif mengatakan Prabowo juga menaruh perhatian pada genteng ramah lingkungan, sejalan dengan inisiasi gentengisasi yang digalakkan pemerintah.
“BRIN telah hadir dengan teknologi genteng yang ramah lingkungan yang berbasis pada limbah dari sawit, limbah dari kelapa, serabut kelapa ya, dan itu sangat bagus sekali karena apa? Ringan, ramah lingkungan, dan sekarang sedang diuji coba di Nias,” ucap dia.
Selanjutnya, Arif menyinggung rumah tahan gempa yang bisa rampung pembangunannya dalam kurun waktu 14 hari, dan siap dihuni hanya dalam waktu 30 hari.
Pesawat amfibi
Kemudian, di sektor penerbangan, Prabowo juga menaruh perhatian pada pengembangan pesawat amfibi. Ia menyebut pesawat itu nantinya akan memudahkan konektivitas antar pulau yang satu dengan pulau lainnya.
“Untuk bisa mengatasi masalah konektivitas antarpulau, karena dengan pesawat amfibi maka tidak diperlukan investasi untuk runway, karena kita menggunakan air sebagai tempat pendaratan dan untuk landas terbang itu,” ujarnya.
Pengembangan nuklir
Kemudian di bidang nuklir, Arif mengatakan pihaknya menegembangkan inovasi yang tidak terbatas untuk sektor energi. Menurut dia, pengembangan tenaga nuklir ini juga bisa dimanfaatkan di bidang pangan hingga kesehatan.
“Jadi sekarang itu kita sudah tadi saya sampaikan ada radiofarmaka yang sudah dikembangkan, dan ini akan sangat penting untuk identifikasi kanker maupun untuk mengatasi kanker. Dan oleh karena itu, ini nuklir untuk pangan dan kesehatan ini yang harus kita dorong, termasuk di dalamnya adalah bagaimana pengawetan pangan dengan nuklir,” ujar Arif.
“Kalau kita ekspor buah-buahannya memang beberapa negara mensyaratkan adanya iradiasi supaya apa? Supaya bahan buah-buahannya itu lebih awet, dan sekarang kita sudah kembangkan fasilitas itu di Pasar Jumat ya, di BRIN, juga ada di Serpong yang sangat penting untuk peningkatan kualitas produk-produk ekspor kita,” lanjut dia.
Sepatu dari limbah sawit
Selain itu, pada kesempatan bercengkrama dengan peneliti di booth, Prabowo juga sempat meninjau sepatu yang digagas oleh BRIN.
Arif menyampaikan sepatu ini merupakan produk buatan BRIN di Serpong. Ia mengatakan harganya bervariasi tergantung akan motif dan bahan materialnya. Berkisar sekitar Rp75ribuan hingga di atas Rp100 ribu.
Arif menyampaikan saat ini BRIN tengah mencari mitra industri agar bisa memasuki tahap produksi yang lebih banyak lagi.
Dia mengatakan pengembangan sepatu tersebut ke depan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan alas kaki bagi siswa Sekolah Rakyat.
(dmi)
[Gambas:Video Hit Club APK3]
Baca lagi: Restoran Ini Tawarkan Pengalaman Makan Steak Sambil Telanjang
Baca lagi: Pemerintah Bakal Gabung Insentif Rp20 M Kota Terbersih dengan Adipura
Baca lagi: Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Mencuat di DPR


