BSSN Klaim Bisa Deteksi Serangan Siber Tak Sampai 1 Detik

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Badan Siber dan Sandi Negara (

BSSN

) mengklaim pihaknya dapat mendeteksi serangan siber, mulai dari

malware

hingga DDoS hanya dalam beberapa hitungan milidetik.

“Pada tahun 2025,

anomali traffic

yang dimonitor oleh National Security Operations Command (NSOC) BSSN Itu meningkat eskalasinya cukup tajam. Dapat kami laporkan berkaitan dengan kemampuan National Security Operations Center Command kami dalam melaksanakan deteksi itu sangat cepat, hitungannya kalau secara

real time

bahkan milidetik,” ujar Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dalam Raker Komisi I DPR RI bersama BSSN yang disiarkan secara daring, Selasa (20/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengklaim bahwa sistem yang dimiliki BSSN bahkan bisa mengidentifikasi jenis serangan dalam waktu yang sama.

“Kami bisa mengidentifikasikan bahwa di dalam Jaringan internet yang kami monitor di NAP (Network Access Point), di IEX (Internet Exchange Point), dan di jalur ada lewat

package

itu kami dalam hitungan milidetik akan mengenali dan ada di sensor kami di layar

monitoring

kami,” tuturnya.

“Dan kami sudah dapat mengidentifikasikan mana ini ransom, mana ini

malware

, mana ini bentuk

exploit

, mana ini potensi serangan DDoS teridentifikasi dalam hitungan milidetik,” imbuhnya.

Meski bisa mengidentifikasi secara cepat, ia menyebut peringatan kepada entitas yang diduga diserang memerlukan proses. Standar operasi BSSN sendiri menetapkan notifikasi paling lambat diberikan dalam 1×24 jam.

Penjelasan tersebut merespons pertanyaan salah satu anggota Komisi I DPR RI Muhammad Sohibul Iman. Ia mempertanyakan kinerja BSSN dan dampaknya terhadap keamanan dan ketahanan siber di Tanah Air.

“Misalnya, apakah dengan pelaksanaan anggaran dan program di 2025 ini keamanan dan ketahanan siber kita meningkat. Ya tentu dengan satu indeks tertentu yang mungkin Bapak sudah miliki. Misalnya, terkait dengan MTTD, mean time to detect. Bahwa kita ini sekarang diserang, seberapa cepat kita bisa menyadari bahwa kita diserang,” katanya.

Selain itu, ia juga juga menyoroti indeks lain seperti mean time to respond (MTTD) atau rata-rata waktu untuk merespons.

“Ini penting karena kita dengan membelanjakan anggaran yang sedemikian besar ini, kalau kita tidak jelas

impact

-nya ataupun

outcome

-nya terhadap keamanan dan ketahanan siber kita, tentu kita akan merasa ini sesuatu yang tidak terlalu berguna,” katanya.

(fea/lom/fea)

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: Cerita dan Inspirasi di Balik Setan Penghuni KPop Demon Hunters

Baca lagi: Trump Undang China-Rusia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Baca lagi: Trump Undang China-Rusia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Kamu mungkin juga menyukai: